Jumat, 17 Februari 2012

Profil Chester Bennington

Chester Bennington
Chester Charles Bennington
Laki-Laki
Phoenix, Arizona, 20 Maret 1976


Biografi :


PERSONAL
Nama Chester Charles Bennington mungkin tidak bisa dilepaskan dari Linkin Park bagi publik di seluruh dunia. Chester yang lahir pada 20 Maret 1976 di Phoenix, Arizona, memang tidak bisa memungkiri bahwa Linkin Park-lah yang membawanya ke puncak kesuksesan juga kepopuleran.


Namun mungkin tidak banyak yang tahu mengenai kehidupan pribadi Chester sebelum bergabung dengan Linkin Park, yang sudah tertarik pada musik sejak masih sangat muda. Orang tua Chester bercerai pada akhir 80-an, yang menjadi pengaruh besar pada masalah kecanduan kokain dan methamphetamine yang dialaminya. Namun, akhirnya Chester bisa menyelesaikan masalah kecanduan obatnya dengan baik.

Chester menikah dengan istri pertamanya pada 31 Oktober 1996, yang membuahkan satu anak yang bernama Draven Sebastian, yang lahir pada 19 April 2002. Perkawinan mereka berakhir dengan perceraian yang diakibatkan kesibukan Chester bersama Linkin Park. Setelah bercerai, Chester menikah dengan Talinda Bentley, seorang mantan model Playboy, yang dengannya Chester memiliki seorang anak yang bernama Tyler Lee, juga Jamie dan Isaiah, dari pernikahan Talinda sebelumnya.

Chester adalah seorang penggemar tato, dengan menato banyak bidang di tubuhnya, juga bekerja dan mempromosikan sebuah klub tato di Arizona. Chester dan istrinya sempat menjadi korban kejahatan dunia maya, ketika seseorang meneror mereka selama hampir setahun.

Chester juga dikabarkan sering terserang penyakit yang membuatnya harus bekerja ekstra keras bersama Linkin Park. Chester pernah mengalami masalah serius ketika digigit laba-laba beracun dalam turnya. Rekaman album Meteora-pun sempat hampir tidak mampu dihadiri Chester, karena penyakit yang dideritanya.

KARIR

Sebelum bergabung dengan Linkin Park, Chester sempat bekerja di Burger King Restaurant. Chester juga menjadi vokalis di band asal Phoenix, Arizona yang beraliran rock-grunge, Grey Daze.Chester meninggalkan Grey Daze untuk mencari band lain. Namun, setelah hampir putus asa, Jeff Blue, seorang wakil presiden perusahaan musik di Los Angeles menawarinya untuk mengikuti audisi yang diadakan untuk mencari anggota Linkin Park. Chester berhasil dengan gemilang untuk menjadi anggota Linkin Park, yang saat itu bernama Xero. Chester dan Mike Shinoda, vokalis yang lain, mengalami kemajuan yang pesat, namun tidak mampu mendapatkan kontrak rekaman.

Setelah perjuangan keras dari Jeff Blue, akhirnya pada Oktober 2000, Linkin Park berhasil menelurkan album debut mereka dengan Warner Bros Records. Album Hybrid Theory ditulis oleh Shinoda dan Chester dengan sangat cemerlang, yang diakui oleh publik luas di seluruh dunia.

Pada 2001, Hybrid Theory terjual sebanyak 4,8 juta kopi yang membuatnya menjadi "best-selling album of the year". Penjualannya terus meningkat di seluruh dunia, mencapai 24 juta kopi di seluruh dunia pada 2009, yang menjadikannya "best-selling debut of the 21st century". Karir Chester juga Linkin Park menjadi semakin gemilang dan terkenal di seluruh dunia dengan diluncurkannya album-album berikutnya, Meteora pada 2003 dan Minutes to Midnight pada 2007, juga A Thousand Suns pada 2010.

Chester juga banyak membantu penyanyi lain dalam pembuatan album maupun duet, seperti Carlos Santana pada 2010, dan Korn (yang masih dalam pembuatan). Selain itu, Chester juga bergabung dalam beberapa band lain, seperti Dead by Sunrise sebagai vokal, gitaris, dan keyboard, juga Julien-K sebagai produser. Chester juga sempat mendapatkan peran minor dalam Crank dan Crank: High Voltage.





0 komentar:

Poskan Komentar